Interaksi Lingkungan Hidup

Manusia dalam menjalani kehidupan di muka bumi tidaklah sendirian, melainkan hidup dengan makhluk lain, seperti tumbuhan, hewan, dan jasad renik. Makhluk hidup yang lain tersebut bukanlah kawan yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia, melainkan terjadi keterkaitan di antara mereka agar terjadi kehidupan yang sempurna. Jika di bumi tidak terdapat hewan dan tumbuhan, dari manakah manusia mendapat oksigen dan makanan? Oleh karena itu, manusia tidak dapat lepas dari lingkungan hidupnya.

Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada mampu menyeimbangkan keadaannya. Namun, tidak tertutup kemungkinan, kondisi demikian dapat berubah dengan adanya campur tangan manusia dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui batas. Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponen-komponen yang terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi (arus energi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam  suatu ekosistem. Salah satu faktor penyebab gangguan adalah polusi, di samping faktor-faktor yang lainnya.

 

 

Lingkungan hidup memiliki tiga komponen utama meliputi :

1.Lingkungan hidup alam

2.Lingkungan hidup sosial

3.Lingkungan hidup buatan/binaan

A. Interaksi Lingkungan Hidup

  • Lingkungan alam akan membentuk lingkungan sosial (contoh: di lingkungan alam pantai akan terbentuk lingkungan sosial kehidupan nelayan).
  • Lingkungan sosial akan mempengaruhi lingkungan alam (contoh: lingkungan masyarakat yang sudah maju membutuhkan sumber daya alam yang semakin banyak).
  • Lingkungan sosial akan mempengaruhi lingkungan buatan (contoh:di  lingkungan sosial yang sudah melek pengetahuan semakin beragam lingkungan buatan yang tercipta).
  • Lingkungan buatan akan tergantung pada lingkungan alam (contoh: pembangunan fasilitas perkotaan sangat tergantung pada kondisi fisik lahan).

B. Peran manusia dalam interaksi komponen lingkungan hidup

Manusia mempunyai posisi yang dominan dalam hal ini yaitu :

  • Mempengaruhi lingkungan dengan cara mengatur lingkungan dan mengambil sumber daya dari lingkungan (membangun jembatan, jalan, sawah, pemukiman dll).
  • Mengembangkan nilai dan norma dalam kaitannya dengan lingkungan (terlihat dari bentuk rumah, jenis mata pencaharian, jenis pakaian dll).

 

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan hidup

  1. Faktor Geografi

1). Iklim, merupakan faktor yang memengaruhi aktivitas manusia dalam                      lingkungannya.

2).  Perubahan cuaca, merupakan faktor yang di satu sisi suhu yang ekstrim dapat                   menjadi pembatas bagi manusia, sedangkan di sisi lain suhu yang beragam dapat          membuat manusia menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengatasi        perubahan-perubahan tersebut.

3).  Kesuburan tanah, merupakan faktor yang cukup berpengaruh terutama bagi          daerah agraris, karena dengan tanah yang subur sebagai daya dukung lingkungan   tersebut nilainya jauh lebih tinggi daripada daerah yang kurang subur.

b.Faktor Sosial Budaya

1).  Tingkat ilmu yang dimiliki oleh masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup bagi manusia.

2).  Tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat dapat meningkat kan nilai      daya dukung lingkungan.

3).  Tingkat teknologi yang dimiliki oleh masyarakat dapat meningkatkan dan             menurunkan nilai daya dukung lingkungan.

4).  Perilaku manusia dapat meningkatkan nilai daya dukung dari lingkungan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara ASEAN

Indonesia terletak di kawasan Asia Tenggara. Yang menjadi tetangga Indonesia di Asia Tenggara yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Filifina, Timor Leste, dan Papua Nugini. Thailand merupakan negara berbentuk kerajaan dan dikenal sebagai Negeri Gajah Putih, dan beribu kota di Bangkok. Malaysia beribu kota di Kuala Lumpur, merupakan negara persemakmuran Inggris dan merdeka pada tanggal 31 agustus 1957. Singapura beribukota di Singapura, terletak di Selat Malaka sebelah utara. Brunei Darussalam beribukota di Bandar Seri Begawan, merupakan negara yang makmur karena mempunyai hasil tambang minyak bumi yang besar. Filifina merupakan negara kepulauan yang beribukota di Manila, merdeka pada tanggal 12 juli 1946 setelah di jajah oleh Amerika Serikat. Timor Leste negara yang baru merdeka dan terletak di pulau Timor. Papua Nugini merupakan negara persemakmuran Inggris, dan merdeka pada tanggal 16 september 1975.
Ciri-ciri gejala alam Indonesia dan negara tetangga antara lain gempa bumi, tanah longsor, banjir, gunung meletus, angina topan, dan sebagainya. Gejala ala mini sangat erat kaitannya dengan kenampakan muka bumi, dan terjadi hampir di seluruh dunia. Secara umum, kenampakan muka bumi Indonesia dengan negara-negara tetangga anggota ASEAN hampir sama.
Secara geologis, sebagian besar wilayah Asia Tenggara dilalui pegunungan lipatan muda jalur Mediteran. Pegunungan ini mulai dari Pegunungan Arakan Yoma ( Myanmar ) sebagai kelanjutan, Pegunungan Himalaya ke Pegunungan Andaman dan Nikobar sebelah utara Sumatra, terus Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra, pegunungan yang membentang dari barat ke timur Pulau Jawa, Kepulauan Nusa Tenggaradan berakhir di Laut Banda.
Flora dan Fauna wilayah Asia Tenggara dibagi menjadi 3 wilayah biologis yaitu:
1. Zona tumbuh-tumbuhan dan hewan Asia, zona ini dibatasi oleh garis Wallace yaitu dari sebelah barat kepulauan Filifina, ke selatan Selat Makasar dan Selat Lombok.
2. Zona tumbuh-tumbuhan dan hewan Australia, zona ini meliputi Irian dan Australia dengan batasnya garis Weber.
3. Zona transisi, zona ini meliputi kepulauan Filifina, Sulawesi, NTB, NTT, dan Timor Leste.

Gejala sosial Indonesia dan negara tetangga
Masalah sosial pada umumnya disebabkan oleh faktor manusia. Adapun masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat pada umumnya sama. Masalah-masalah tersebut antara lain kemiskinan, kejahatan, kependudukan dan lingkungan hidup.
Sebab-sebab timbulnya masalah sosial adalah karena lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik, khususnya lembaga ekonomi.
Masalah kepadatan penduduk di Indonesia diatasi melalui program keluarga berencana dan transmigrasi.
Lingkungan hidup yang berkaitan dengan masalah sosial dapat dibedakan menjadi 3 yaitu lingkungan fisik, lingkungan biologis dan lingkungan sosial. Pencemaran merupakan masalah yang timbul terhadap lingkungan hidup.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sayangi Jantung dengan Pola Hidup Sehat

Dewasa ini penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Diperkirakan sekitar 15 juta orang atau 30 persen dari total jumlah kematian disebabkan oleh penyakit ini. Menurut H.Masino, M.Sd., Sekretaris Eksekutif Yayasan Jantung Indonesia, faktor penyebab penyakit jantung ada dua yaitu yang bisa dihindari dan tidak bisa dihindari. Yang tidak bisa dihindari, kata Masino, adalah usia dan keturunan. Sementara yang bisa dihindari terkait dengan gaya hidup seseorang.

Kebiasaan memakan masakan cepat saji, minum minuman beralkohol, jarang bergerak, stress akibat beban kerja, dan kemacetan bisa memicu penyakit jantung.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 2 Comments